Masuk

Ingat Saya

Bangsa Yang Satu Bangsa Indonesia

Hari ini tanggal 8 Oktober 2015, Saya berada di sebuah kabupaten sengkang, 250 Km dari daerah tempat saya, yah sekitar 5-6 jam-an menggunakan kendaraan. Sedikit basa-basinya kita lanjut lagi.

Harapan bangsa ada di tangan generasi muda bangsa ini, saya sempat berpikir mengolah kalimat tersebut. Apa yang mampu saya berikan pada negaraku, saya hanya manusia biasa yang tidak berpendidikan tinggi, bangsa berharap penerus kemajuan negara ini ada di tangan kita, kami dan mereka yang muda-mudi.

Jangan pernah lecehkan negara ini dengan aksi-aksi negatif yang mampu memecah belah persatuan indonesia, terorisme contohnya ingin memecah belah persatuan indonesia melalui propaganda keagamaan, melihat di indonesia adalah negara demokratik terpimpin. Terdapat banyak suku dan kepercayaan, pemerintah membebaskan rakyatnya untuk memeluk agamanya masing-masing. Kita akan terus di propaganda, yang ujung-ujungnya akan berdampak menjadi perang keyakinan. Keyakinan itu adalah kepribadian masing-masing umat yang beragama, ada waktu dimana kita bersatu dan ada waktunya kita menyendiri. Pemuda indonesia, jangan pernah melihat indonesia itu negara yang berdiri dari satu golongan, kita adalah satu, satu dari kumpulan banyak golongan. Wahai pemuda Indonesia, proses hidup ini panjang untuk di lalui. Kita memiliki banyak tugas untuk negara ini.

Pemuda indonesia, satu kan lah warna negara ini, jangan biarkan satu golongan mempengaruhi bangsa ini yang akan jadi brutal nantinya. Belum lagi permasalahan -permasalahan yang  dihadapi oleh negara ini, Bencana kebakaran yang terjadi akhir -akhir ini, rupiah yang semakin melemah, kecelakaan pesawat terjadi di mana-mana. Menghadapi hal tersebut, kita pemuda indonesia harus berpikir untuk mengatasi hal itu. Yang lebih utama yaitu mengenai terorisme yang marak di negara ini, kita harus melawan terorisme dengan cara memberikan pengajaran terhadap anak-anak kita, tetangga-tetangga kita yang berada di sekeliling rumah, mengadakan sosialisasi setiap bulan dengan kegiatan-kegiatan positif, mensosialisasikan bahaya aliran ideologi yang bersifat negatif. Memperkenalkan anak-anak kita bahwa inilah bangsa indonesia, bangsa yang satu.

Saya merasa dengan gerakan-gerakan seperti itu mampu mengurangi  populasi terorisme, meskipun dengan gerakan-gerakan kecil seperti itu kita telah berkontribusi terhadap negara ini. Budayakanlah hal tersebut. Ingat, negara yang satu adalah bangsa indonesia. #DamaiDalamSumpahPemuda.

Dengan